Kamis, 18 Februari 2016

TIPS MENANGANI BATITA


By: Bu ILA #ParentingVisioner
HTTP://www.facebook.com/ILAeducation

Anak usia 3 tahun (Batita) adalah usia paling menggemaskan dengan aktivitas tertinggi, tidak fokus dan menimbulkan kekhawatiran orangtuanya. Saat main, duduk, membolak-balik buku bahkan tidur pun kelihatan tidak tenang. Prilaku ini wajar dan jangan labeli anak dengan sebutan anak hiperaktif (jika tidak ada perilaku menyimpang lainnya).

Lalu, apa yang harus dilakukan Orangtua? 
Berikut saya berikan TIPS untuk menangani anak Batita ini:

- Berilah perintah dengan JELAS, masuk akal, adil dan jangan lupa sertakan alasan yang dipahaminya, ketika anak bersikeras atas prilaku menentangnya.

- Karena pemahaman bahaya anak Batita minimallis, usahakan untuk tetap mengawasi anak ketika bermain.

- Tidak perlu mempermasalahkan hal sepele (misalnya ketika memilih cangkir harus warna merah, memakai sepatu bayi dll). Namun, tegas dalam masalah penting seperti: harus sikat gigi, memakai jas hujan ketika keluar rumah saat hujan).

- Konsisten terhadap aturan dan bantu ia belajar atas aturan yang sudah dibuat.

- Ajarkan anak tentang kepemilikan, berbagi dan bagaimana bersikap  ketika menginginkan sesuatu.

- Ketika anak tantrum, tetaplah berada di dekatnya, pastikan semua aman, bersikap tenang dan jangan menyerah. Ketika ia sudah  tenang, peluklah tanpa menasehatinya. Hindari prilaku mengalihkan perhatian anak atau marah dan kasar, karena akan menyebabkan anak bingung terhadap perasaannya sendiri.

AyahBunda....
INGATLAH, jika aturan sering BERUBAH disebabkan AyahBunda lelah, lemas, frustasi, terlalu sibuk atau mengalah. Maka, Anak akan kesulitan mengendalikan diri atau sulit untuk bisa berperilaku dengan baik.

Pelux cium buat anak-anak HEBAT AyahBunda

Salam #ParentingVisioner
ILA education
0813 9620 0313 pin BB 23A38B94

Menjadi Orang Tua

Assalammu'alaykum wr wb

Udah lama banget ga menjamah blog ini sejak disibukkan dg kerjaan, pindah (oiya saya uda pindah kerja ke Medan sejak bulan September 2014), hamil dan akhirnya ngurusin si bayi cantik kesayangan Adzranisa Maryam Amaturachman

Foto Maryam Usia 6 Bulan

Seriously, jadi ibu itu sangaaat menyenangkan tp disisi lain cukup challenging secara secara sadar saya belom pernah belajar "How to be a parent?" emang sih ga ada orang tua yg bener2 hebat 100% dalam hal mengurus dan mendidik anak tapiii alangkah lebih baiknya kalo kita mau belajar dari yang sudah berpengalaman terutama praktisi ataupun psikolog yg sudah mempelajari berbagai macam hal pola asuh anak yg tepat di era saat ini dan satu hal yg paling penting yaitu soal Akhlak dan Iman. Akhlak dan Iman yg baik merupakan pondasi kuat dalam tumbuh kembang anak (menurut saya) karena dengan  kekuatan akhlak dan iman segala pengaruh buruk dalam tumbuh kembang anak bisa ditangkis tanpa sempat merusak jati diri anak itu sendiri.

Sedikit demi sedikit saya mau share ilmu yang saya dapat dari komunitas Ibu-Ibu Profesional Sumatera Utara dimana saya jg baru tergabung saat Maryam usia 5 bulan, banyak bahasan bermanfaat yg disampaikan baik dg kulwap (kuliah whatsapp), lewat wiziq ataupun kopdar... semoga bermanfaat buat yang baca blog saya ini ya

Oleh: Ani Ch, penulis buku & pemerhati pendidikan keluarga


Teman, dalam 'Parent Edition' saya ingin mengajak  untuk berdialog tentang hubungan orangtua dan anak-anak.
Anak yang jadi amanah terindah bagi para orangtua, karena walaupun telah tiada, pahala kita akan tetap mengalir dari do'a dan kesholihan anak-anak kita...
Anak yang juga amanah terberat bagi orangtua, karena ketika kaki kita sudah menapak di surga, dan ternyata anak kita ada di neraka, maka kita bisa terseret kesana...

👍👫☝👫☝👫👍👫

Selasa, 1 Desember 2015

Mendidik Anak
dalam Tiga Masa
(Bagian 1)

👍👫☝👫👍👫☝👫

Taman yang paling indah..., hanya taman kami...
Taman yang paling indah.., hanya taman kami...
Tempat bermain berteman banyak, itulah taman kami, taman kanak-kanak...

Teman...
Sepenggal lagu yang sangat dihafal oleh semua guru TK, juga anak-anak TK; entahlah dengan  'mantan anak TK', apa masih ingat lagu ini...

Ya, inilah lagu untuk anak TK; kepanjangannya taman kanak-kanak.

Jadi agak aneh kalau ada frase 'sudah sekolah TK'. Lhaaa...,  sekolah kok di 'taman'?

Kritik sosial jeesss...!
Pesan moral...
Cie...cie.., masa' cuma stand up comedy aja yang ada 'beginian'-nya...

Oke, lanjut....!
Yang sebenarnya ingin saya sampaikan adalah bahwa masa kanak-kanak adalah masa bermain.

Ya, bermain adalah bagian penting dari proses mendidik anak usia dini; dibawah 7 tahun.

Mengapa?
Karena lewat proses menyenangkan dalam 'bermain' ternyata anak-anak efektif menerima 'hal baru' alias jadi 'mudah belajar'.
Bagaimana bisa begitu?
Intinya, ada 'proses otak' yang panjang ceritanya kalau diulas disini...
Kuliah neurologi nanti...
Beli buku saya saja...!!
hehhe..., promo nih...

Masalahnya adalah 'bermain' seperti apa yang menyumbangkan 'sesuatu' untuk proses belajar anak kita?
Main PS; game seperti mainan anak2 kita?

Hmmm, kayaknya enggak deeh!
Ada sedikit baiknya, tapi tidak saya lanjutkan. Silahkan mengingat tema tata aturan gadget.

Main yang 'berdampak' pada proses belajar adalah main seperti jaman kita dulu; main engklek, gobak sodor, bentengan, sampai nyebur kali...
Hihihi..., inilah 'jenis permainan fisik' yang sangat penting untuk stimulasi sensorik-motorik anak.

Main apa lagi ya?
Hmmm..., main bekel, kempyeng, main pasir, puzzle, lego sama balok untuk jaman kekinian.
Intinya, yang 'nyusun sesuatu' ini sangat bagus untuk logika anak kita.

Lalu main macam pasar-pasaran, bongkar pasang, polisi-polisian; yang intinya ada 'acting atau penyutradaraan', ini sangat bagus untuk kecerdasan sosial anak kita.

👍👫☝👫👍👫☝👫

Masa 7 tahun ke bawah yang kadang disebut masa pendidikan usia dini adalah masa yang sangaaaat penting!

Mengapa?
Banyak hal yang terjadi ternyata menjadi pondasi tumbuh kembang anak.
Jika pondasi baik, maka tumbuh kembang brikutnya jadi baik.
Jika pondasi buruk, alamat tumbuh kembang selanjutnya juga bermasalah.

Maka apapun yang 'kita tanam' saat usia dini, itulah yang akan terbawa hingga dewasa.
Setiap 'perkataan penting' akan melekat pada anak. Berbagai 'kejadian penting' akan membekas pada anak  dan 'kebiasaan harian' anak di usia ini juga akan mendasari 'perilaku anak' di masa berikutnya...

Kalau anak dipukuli di masa ini, besarnya jadi pencemas.
Kalo anak dimanja di usia ini, besarnya akan jadi semaunya sendiri.
Kalau anak dikurung didalam rumah, maka akan minder ketika besar.

Jadi, kita memang harus memperhatikan dengan detil program pendidikan anak di usia ini. Bagaimana detilnya?
Baca buku bu Ani, 'Parenting Guide'...!!
Lhaaa..., promosi lagi...

Ini bukan soal promo...!,
ceritanya kemarin ada seorang ibu tanya tentang toilet training; memang ini episode penting di masa mendidik anak usia dini! Dahsyatnya toilet training untuk masa depan anak saja, dibahas satu bab khusus, hehe..,  bisa 3 hari edisi psycho coffee!
Toilet training memang ada hubungannya dengan manajemen waktu anak ketika besar, berhubungan pula dengan pengendalian emosi, juga yang lain-lain.

Semoga bersabar menunggu tiap episode...

👍👫☝👫👍👫☝👫

Sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib ra. membagi proses mendidik anak menjadi 3 bagian.

Pertama, 7 tahun pertama anak diperlakukan sebagai raja.
Naah..., dilayaaaaaniii gitu ta?
Ya enggak, tapi 'dipenuhi kebutuhannya' dan 'disenangkan hari-harinya' sebagaimana penjelasan tentang masa bermain.


Rabu, 2 Desember 2015

Mendidik Anak
dalam Tiga Masa
(Bagian 2)

👍👫☝👫👍👫☝👫

"Anak saya ini kok ya susah banget disuruh belajar ya...?. Sudah kelas 3 SD lho bu ani...!, nanti kalo ketinggalan pelajaran gimana?, padahal dia pinter. Kalau saya paksa sedikit gituuu, belajar sebentar ya 'nyantol', paham bener, tapi kalau disuruh belajar, susaaaah..., kayak cepet capek gitu lhooo!".

"Maaf bu, apakah ananda sudah makan sendiri?, tidak disuapi maksud saya".

"Oya bisa dong!"

"Setiap hari bu? Selalu makan sendiri ya? Maksud saya bukan hanya bisa, tapi apa sudah terbiasa?"

"Haaa..., ya itu, kalau gak disuapi, makannya luaamaaa.. nggak habis. Lagian kalau makan sendiri masih belepotan!".

"Coba dibiasakan makan tanpa disuapi setiap hari, SE-LA-LU!, semoga nanti kesadaran belajarnya tumbuh".

Si ibu bengong sebentar. Urusan makan saja sampai jadi saran untuk belajar. Apa hubungannya ya...?

Teman...
Masa 7 tahun ke atas, adalah masa kuat untuk "pembiasaan",  berbagai macam perilaku baik harus "dibiasakan".

Alasan pertama, adalah tentu saja karena semboyan' alah bisa karena biasa'.
Anak bisa mandiri kalau dia terbiasa makan sendiri, terbiasa mandi sendiri, terbiasa pakai baju sendiri, terbiasa menata bukunya sendiri, dan sejenisnya.

Anak akan bisa disiplin kalau dibiasakan bangun pagi, kalau dibiasakan datang sekolah tepat waktu, kalau dibiasakan pulang ke rumah tepat waktu, kalau dibiasakan berangkat tidur tepat waktu.

Alasan kedua adalah bahwa "Sesuatu yang istiqomah yang mendatangkan keberkahan".

Anak yang istiqomah mandiri, akan membuahkan karakter bertanggung jawab seperti cerita tadi. Anak yang bisa makan sendiri tapi masih disuapi pastinya 'dimanjakan', ibunya nggak tegaan!, makanya anaknya jadi 'agak tergantung', makanya jadi 'kurang daya juang', makanya jadi 'malas belajar'.

Tentu saja, masih banyak 'kebiasaan-kebiasaan lain' yang akan berbuah 'karakter lain'.
Terlalu panjang jika dibahas satu-satu..., lain kesempatan insyaAllah...

Karakter bisa dibangun dengan kebiasaan, maka pembiasaan adalah metode dahsyat untuk anak usia 7 tahun ke atas. Mari dicoba..!!

👍👫☝👫👍👫☝👫

7 tahun kedua dinyatakan Ali bin Abi Thalib ra. sebagai masa mendidik anak sebagai 'tawanan'.

Hohoho...seramnya...!
Oohh.. tentu tidak!
Pada masa Rasulullah tawanan perang diperlakukan sangat manusiawi...

Maksud sebenarnya dari pengambilan istilah 'tawanan' sebenarnya lebih kepada penekanan pentingnya mengenalkan adab, aturan, dan juga etika pada anak di usia ini.

Yaaa..., pengelolaan aturan atau manajemen aturan akan sangat manjur diterapkan pada anak usia 7 tahun ke atas.

Apakah aturan itu?
Aturan itu secara sederhana adalah apa yang boleh dan tidak boleh, alasannya adalah karena ada yg baik dan tidak baik.

Anak-anak sedang dalam masa eksplorasi, dan agar proses tersebut tetap 'pada track-nya' dan juga anak-anak tidak berlebihan, aturan sangat dibutuhkan.

Boleh minum tapi sambil duduk, tidak boleh berdiri.

Boleh makan es krim, tapi harus dihabiskan, dan sampahnya tidak boleh dibuang sembarangan.

Boleh nonton tv, tapi ada jam-nya.

Boleh main keluar rumah, tapi ada waktunya.

Dan berbagai macam aturan lainnya. Ibarat mengajak anak berjalan diatas jembatan, maka aturan adalah pagar jembatan agar anak aman, tidak jatuh.

Lebih jauh ketika aturan dikenalkan, kemudian dibiasakan untuk menaatinya, maka anak-anak akan mudah beradaptasi dengan batasan 'halal dan haram' yang lebih luas, bahkan anak-anak kita akan bisa survive dengan norma-norma yang akan ditemuinya di dunia global.

👍👫☝👫👍👫☝👫

Teman...
Tentu saja pembiasaan yang dilakukan harus penuh kasih sayang. Manajemen aturan juga harus dilakukan dengan penuh ketegasan tapi tetap bernuansa kelembutan. Dan agar nuansa ini tercapai, para orangtua perlu menguasai teknik komunikasinya. Teknik komunikasi tegas tapi tidak otoriter.
Teknik mengingatkan anak tapi tidak menyakitkan. Teknik memuji anak tapi tidak menjadikannya 'gila pujian'.
Perlu panjang kali lebar kali tinggi untuk pembahasan hal ini...
Kita sambung kali lain.


Kamis, 3 Desember 2015

Mendidik Anak
dalam Tiga Masa
(Bagian 3)

👍👫☝👫👍👫☝👫

"Aku tidak mau ikut ke rumah nenek..., aku ada acara sama teman-temanku, besok itu weekend Ma, acaranya anak muda!", cetus Rio dengan nada tinggi pada ibunya.
Rio yang sudah SMP sedang punya hobi main skateboard, setiap weekend kongkownya di dekat monkasel, arena skateboard.

Pernah dengar ada anak-anak SMP yang mulai membangkang? Mulai tidak menurut apa kata orangtua.
Ini adalah bencana...!!
Karena anak yang bisa jadi sudah baligh ini telah menanggung dosa akibat kekasaran sikap pada ibunya.

Teman, pada usia 10 tahun ke atas, anak-anak perlu disiapkan mentalnya untuk menyambut baligh.
Usia 14 tahun keatas yang rata-rata anak sudah masuk baligh juga merupakan masa yang krusial.
Pada periode inilah manajemen aturan yang ketat di usia sebelumnya terkadang menjadi tidak efektif, bahkan semakin keras kita menangani anak, semakin membangkang mereka pada orangtua.
Salah satu pendekatan yang paling disarankan adalah DIALOG.

Ya, komunikasi dua arah akan menjadi jembatan penyelesai masalah-masalah antara orangtua dan anak.
Dialog alias berbicara dua arah akan membuat anak yang beranjak dewasa ini merasa dihargai, lalu pikiran & perasaan mereka terbuka, maka kemudian bisa diberi masukan, juga arahan, agar bisa lebih baik.

Jika masa pertama pentingnya bermain, dan masa kedua pentingnya pembiasaan. Maka, saya kira inilah prinsip utama memperlakukan anak di masa ketiga sebagai 'wazir'; yaitu dengan cara berdialog. Bukan hanya soal menyampaikan maksud & keinginan kita dalam bentuk komunikasi dua arah, bahkan bisa jadi dalam beberapa persoalan, kita bisa meminta pendapat dan pertimbangan anak. Karena mereka sudah memiliki kematangan kognitif untuk berpikir logis, jadi sangat mungkin untuk diajak bertukar pikiran.

👍👫☝👫👍👫☝👫

Ada yang pernah tahu praktisi pendidikan & parenting, Bapak Budi Dharmawan?
Beliau ini punya 13 anak. Beliau bersama istrinya; sebelum meninggal, telah memiliki pola pengasuhan yang menurut saya luar biasa.
Saya berkesempatan bekerjasama dengan beliau beberapa tahun yang lalu saat istrinya masih ada.
Ada sebuah kisah unik dari keluarga mereka. Setiap anak pada usia tertentu diberi tanggung jawab untuk mengambil bagian 'mengurus rumah'. Ada anak yang bertugas menyalakan lampu, membayar rekening listrik, membersihkan rumah, menjadi sopir, dan macam-macam lainnya, sehingga walaupun sedemikian banyak anak, ayah dan ibu tidak kerepotan mengurus rumah.

Satu pelajaran yang saya ambil, khususnya untuk pendidikan masa yang ketiga ini yaitu pentingnya 'sinergi' antara orangtua dan anak. Sebagaimana fungsi seorang 'wazir', dia sudah punya peran & tanggung jawab untuk mengelola kerajaan. Jadi, anak-anak yang sudah baligh harus mendapatkan 'peran' sebagai media latihan tanggung jawab sebagai orang dewasa.

Jadi, mari kita berbagi peran dengan anak-anak kita..!!

👍👫☝👫👍👫☝👫

For web version, please visit www.psychocoffeemorning.com





Minggu, 16 Maret 2014

Marisa & Fery Wedding (late post)

Ketika cinta datang tanpa diduga, tanpa diminta dan atas izin-Nya semua terjadi alami
Allah SWT sang maha pembolak balik hati telah menjatuhkan rasa cinta dan rasa sayang kepada umatNya yang telah berjodoh.

Semarang, 5 Oktober 2013...

Hari ini adik ipar gw Marisa dan suaminya Fery melangsungkan pernikahan, setelah melalui proses ta'aruf yang singkat hanya 3 bulan sembari mempersiapkan pernikahan yang serba kilat akhirnya hari ini sampai juga
Puas sih, seneng dan bangga akhirnya dia menemukan jodohnya yang benar2 bisa saling melengkapi walaupun ga gampang jg waktu menjalani prosesnya.

Tapi setelah dipikir2 emang adek ipar gw cocok bgt sama suaminya ini, soalnya background mreka sama2 dokter. At least soal obrolan dan bahasan ttg pekerjaan pasti mreka nyambung banget, syukur kalo bisa saling bantu misalnya lagi ada yg nemuin problem,hehe. Si Marisa yang cuek dan punya suami ga manja dan cenderung dewasa banget bisa jadi abang, ayah, teman, sahabat tergantung situasi yang ada (ini jg gw bgt,hehe). Pokoknya kalo diperhatiin emg Allah SWT selalu punya rencana indah dibalik semua takdirNya dan ga lupa kitanya sendiri ttp harus berusaha dan berdoa.

Disini gw mau share sedikit foto dari momen bahagia itu yang sekalian gw sm misua pake buat numpang post wedding di pelaminan adek,hihihi


 brother and sister (minus pengantin pria, krn uda keburu ganti)


Kiss :*


Free Style


Me & Misua (Misua lucu bgt disini,haha) 


Laughing Together (Guess What He Said?)

Will be miss this moment... Kumpul keluarga sampe lengkap emang jarang bgt, jd kalo lagi ada yang nikahan gini rasanya pengen diulang lagi (upps.. tp harus pasangan yang berbeda ya)
Just wait who will be the next? Mas Ican? Rachma? Ulfa?hohoho 
I hope Rachma first,hihihi

Love u All my new Big Familiy :*

Minggu, 28 April 2013

Nasihat Rasullulah SAW kepada Putrinya (Nasihat bagi para wanita dan istri)

Berikut gw mau share artikel yang gw kutip dari www.eramuslim.com dengan maksud untuk mengingatkan diri sendiri dan semoga bermanfaat bagi yang membaca.

Bismillahirrahmanirrahim...

” Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, sesungguhnya dia berkata: Pada suatu hari Rasulullah saw datang kepada puterinya, Fathimatuz Zahra’. Beliau dapati Fathimah sedang menumbuk gandum di atas lumping (batu/kayu penggiling), sambil menangis. Kemudian Rasul berkata kepadanya: “Apakah yang membuatmu menangis wahai Fathimah? Allah tiada membuat matamu menangis. “Fathimah kemudian menjawab: ” Wahai ayahanda, aku menangis karena batu penggiling ini dan kesibukanku dalam rumah”.

Kemudian Nabi duduk di sampingnya. Dan Fathimah berkata lagi:

“Wahai ayahanda, atas keutamaan engkau, mintalah kepada Ali agar dia membelikan bujang untukku supaya dapat membantuku menumbuk gandum dan menyelesaikan urusan rumah.
Kemudian Nabi berkata kepada puterinya, Fathimah: “Kalau Allah menghendaki wahai Fathimah, tentu lumpang itu akan menggilingkan gandum untukmu. Akan tetapi Allah menghendaki agar ditulis beberapa kebaikan untukmu, menghapuskan keburukan-keburukan serta hendak mengangkat derajatmu

Wahai Fathimah, barangsiapa orang perempuan yang menumbukkan (gandum) untuk suami dan anak-anaknya, pasti Allah akan menuliskan untuknya setiap satu biji, satu kebaikan serta menghapuskan darinya setiap satu biji satu keburukan. Dan bahkan Allah akan mengangkat derajatnya.

Wahai Fathimah, barang siapa orang perempuan berkeringat manakala menumbuk (gandum) untuk suamiya. Tentu Allah akan menjadikan antara dia dan neraka tujuh khonadiq (lubang yang panjang).
Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mau meminyaki kemudian menyisir anak-anaknya serta memandikan mereka, maka Allah akan menuliskan pahala untuknya dari memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menghalangi (tidak mau membantu) hajat tetangganya, maka Allah akan menghalanginya minum dari telaga “Kautsar” kelak di hari Kiamat.

Wahai Fathimah, lebih utama dari itu adalah kerelaan suami terhadap istrinya. Kalau saja suamimu tidak rela terhadap engkau, maka aku tidak mau berdo’a untukmu. Apakah engkau belum mengerti wahai Fathimah, sesungguhnya kerelaan suami adalah perlambang kerelaan Allah sedang kemarahannya pertanda kemurkaan-Nya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mengandung janin dalam perutnya, maka sesungguhnya malaikat-malaikat telah memohonkan ampun untuknya, dan Allah menuliskan untuknya setiap hari seribu kebaikan serta menghapuskan darinya seribu keburukan. Manakala dia menyambutnya dengan senyum, maka Allah akan menuliskan untuknya pahala para pejuang. Dan ketika dia telah melahirkan kandungannya, maka berarti dia ke luar dari dosanya bagaikan di hari dia lahir dari perut ibunya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan berbakti kepada suaminya dengan niat yang tulus murni, maka dia telah keluar dari dosa-dosanya bagaikan di hari ketika dia lahir dari perut ibunya, tidak akan keluar dari dunia dengan membawa dosa, serta dia dapati kuburnya sebagai taman diantara taman-taman surga.Bahkan dia hendak diberi pahala seribu orang haji dan seribu orang umrah dan seribu malaikat memohonkan ampun untuknya sampai hari kiamat. Dan barangsiapa orang perempuan berbakti kepada suaminya sehari semalam dengan hati lega dan penuh ikhlas serta niat lurus, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan kepadanya pakaian hijau (dari surga) kelak di hari Kiamat, serta menuliskan untuknya setiap sehelai rambut pada badannya seribu kebaikan, dan Allah akan memberinya (pahala) seratus haji dan umrah.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan bermuka manis di depan suaminya, tentu Allah akan memandanginya dengan pandangan’rahmat’.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menyelimuti suaminya dengan hati yang lega, maka ada Pemanggil dari langit memanggilnya”mohonlah agar diterima amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang belum lewat”. Wahai Fathimah, setiap perempuan yang mau meminyaki rambut dan jenggot suaminya, mencukur kumis dan memotongi kukunya, maka Allah akan meminuminya dari ‘rahiqil makhtum dan sungai surga, memudahkannya ketika mengalami sakaratil maut, juga dia hendak mendapati kuburnya bagaikan taman dari pertamanan surga, serta Allah menulisnya bebas dari neraka serta lulus melewati shirat”.

Subhanallah...Allahuakbar...
Untuk kesekian kalinya airmata ini harus menetes karena sampai saat ini belum bisa menunaikan kewajiban sebagai seorang istri dan beribadah sepenuhnya dalam keluarga.

Ya Rabb... sesungguhnya Engkau maha Pengasih dan Penyayang, maka berikanlah hambaMu yang fakir ilmu ini kesempatan untuk menjadi wanita yang sholehah dan mendampingi suami hamba dalam susahnya, senangnya dan dalam perjuangannya menjadi imam yang Engkau berkahi dan muliakan kelak di Akhirat.

Amin Ya Rabbal Alamin...

Jumat, 05 April 2013

Rumah Dinas Misua

Miss My Husband so much...
Miss Sambu Island
Miss sleeping all day at his room
Miss all about him :(

Seandainya gw bisa kapan aja ketemu, di weekend ataupun hari libur apapun,hufft...
Kangen gw jadi menggebu-gebu sangat, kebanyakan hal-hal ini nih yg bikin kangen gw tak terbendung

1. Kita berdua LDM an ( long distance marriage ), membayangkan aja buat sebagian org pasti sulit banget sang "Pangeran dan Hero" di keluarganya jauh dari jangkauan dan tatapan :(, belum lagi dgn sejuta keinginan memiliki keturuan dan rumah dimana kita bisa menghabiskan waktu bersama
2. Ampuuun gw minta cuti susyah beneeer ( ini lah sebabnya gw ga suka jadi pekerja yg tugasnya rutinitas dan harus jadi anak buah,hehehe)
3. I have no money :( *yg paling bikin gw sedih krn tiket Jkt - Batam PP muahaaal kapan pun itu especially at weekend) minimal sekali jalan i must spend money about 2 million rupiah,hiks

But no problem... yang penting tetep bisa saling ketemu uang terkadang ga jadi masalah karena Alhamdulillah Allah SWT selalu aja ngasih rejeki jadi kita berdua ga kurang "pelukan",hihihi

By the way... Gw mau cerita sedikit tentang tempat kerja, tempat tinggal dan tempat suami gw menghabiskan sebagian besar waktunya selama ga ketemu gw.

Suami gw tinggal di kepulauan Riau dekat dengan Batam dan lebih tepatnya di Pulau Sambu
Secara posisi geografis dia lebih ke utara dekat dengan singapore... bahkan saking deketnya singapore keliatan banget dari tempat suami kerja, kalo naik ferry kira-kira 1 jam waktu tempuh udah sampe deh kita di Singapore (berasa kayak naik krl jkt-bogor, eh masih cepetan ke Singapore ding). Trus kalo mau ke Singapore kita bisa naik fery dari Pelabuhan Sekupang.
Oiya di pelabuhan Sekupang ada dua jenis pelabuhan yang letaknya berdampingan, yaitu pelabuhan untuk ke luar negeri (Singapore) yang kendaraannya menggunakan fery dan pelabuhan untuk transportasi lokal yang kendaraannya menggunakan kapal motor kecil yang disebut orang batam "pancung".

Sekarang gw mau bahas soal pelabuhan sekupang sebagai penghubung antar pulau.
Naah pelabuhan ini lah yg merupakan terminalnya para pancung (sebutan utk istilah kapal motor kecil berkapasitas 10 penumpang utk penyebrangan antar pulau dgn jarak dekat) untuk mengantar kita ke pulau sambu.
Sedikit penjelasan ttg pulau sambu yaitu pulau yg sering2 disebut adalah "Pulaunya orang Pertamina" karena orang2 yang tinggal di pulau ini adalah pekerja2 Pertamina dengan tambahan beberapa penduduk asli dan pekerja outsourcing.
Semua pekerja disini dapet rumah loh termasuk misua gw.. Yaah walaupun ga bagus2 banget tp layak di huni kok, maklum pulau ini kan peninggalan jaman Belanda jd semuanya serba jadul n tua plus tak terawat, tp beruntung si misua dpt rumah dinas yg baru di renovasi jd lumayanlah lantainya uda keramik dan plafonnya uda gypsum..hehehe

Trus berhubung ini rumah dinas dan letaknya di pulau sepi yg dikelilingi lautan, misua ga berniat sama sekali buat beli2 perabotan yg menunjang rumah supaya terlihat sebagai tempat tinggal yg nyaman,hehe...soalnya kalo mau beli2 pasti rempong bawanya wkt beli dan bawanya dr Batam ke Sambu ditambah lagi kalo mau pindahan pasti super duper rempong krn pake acara nyewa kapal segala dengan rate yg bikin males. Dan akhirnya misua cuma ngisi dgn barang2 "seadanya" supaya dia nyaman dan wkt gw dateng ada perabotan yg bs diandelin

Kira-kira kayak gini nih penampakannya



Jumat, 21 September 2012

First Aid Bagi Stroke


Kantor gw lagi bersedih nih, soalnya manager kita tercinta Papi Royke tiba2 terkena serangan stroke mendadak saat dalam dinas ke palembang.
Sedih, kaget, dan rasa iba pun mulai menyeruak dari relung hati gw dan temen2 semua, bagaimana tidak Manager yang selalu nampak bersemangat dan bersuara lantang tiba2 tergeletak tak berdaya di rumah sakit di kota yang sanak saudara pun tidak ada.

Ya.. semua itu karena STROKE, penyakit ini sudah sangat umum diketahui banyak orang baik tua maupun muda tidak jarang banyak yang mengalami karena memiliki bakat tekanan darah tinggi, pola makan yg tidak baik, banyak mengkonsumsi makanan berkolesterol bahkan termasuk pecandu rokok.

Disini gw mau sharing artikel dari temen gw (yg kemungkinan jg dapet dari searching di dunia maya) tentang first aid atau biasa disebut pertolongan pertama bagi penderita stroke.
Semoga bermanfaat bagi kita2 yang dilingkungannya punya saudara, teman atau sahabat yang tiba2 mengalami ini.

Please Check this out....
 
Tips Ampuh Menangani Stroke
Apabila ada rekan, saudara, ataupun orang disekitar anda yang tiba-tiba mengalami serangan stroke mendadak perhatikan langka-langkah pertolongan pertama berikut:

1. Dalam menghadapi orang yang terkena serangan stroke, Anda harus tenang jangan sampai panik!! Si penderita stroke harus tetap berada ditempat semula dimana ia terjatuh misalnya dikamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja. Jangan dipindahkan, sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan mempercepat perpecahan pembuluh darah halus di otak.

2. Penderita stroke harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan. Cara terbaik adalah dengan menggunakan jarum suntik, apabila tidak ada, dapat menggunakan jarum jahit atau jarum pentul, atau peniti dengan terlebih dahulu disterilkan dengan cara dibakar diatas api.

3. Setelah jarum steril, lakukan penusukan pada 10 ujung jari tangan si penderita. Titik penusukan kira-kira 1cm dari ujung kuku dan cukup ditusuk 1 kali saja dengan harapan setiap jari mengeluarkan tetes darah. Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara dipencet apabila darah ternyata tidak keluar dari ujung jari. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit, si penderita akan segera sadar kembali.

4. Bila mulut si penderita tampak mencong atau tidak normal, maka kedua daun telinga si penderita harus ditarik-tarik sampai berwarna kemerah-merahan. Setelah itu lakukanlah 2 kali penusukan pada masing-masing ujung bawah daun telinga sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga. Dengan demikian, dalam beberapa menit bentuk mulut si penderita stroke akan kembali normal.

5. Setelah keadaannya pulih dan tidak ada kelainan yang berarti, maka bawalah si penderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut (SS).


My Husband

Perkenalkan...

Suami saya Adi Rachman dari masa ke masa,hehe...

Check this out...

Berikut adalah foto masa kecil

Masa SMA













Masa Kuliah (Gw nebeng yak dlm ceritanya... :P )




 

First Penatarama Drum Band Gita Vyatra (jadi inget saat-saat lagi CCP alias curi-curi pandangan kalo lagi latian drum band,hihihi)

                                            
                                        Nyanyi "Terima Kasih Cinta" di acara Lamaran :)
 
 
Saat Menerima Piala Pernikahan Angkatan XV Albatross @Grand Indonesia
 
Dan akhirnya gw merasa... dari hari ke hari sang misua makin ganteng aja :D, thats why i have felt in love to him after Senior High School, hahaha...
 
Percaya ga percaya gw ga bisa ngeliat sisi kegantengannya waktu dia masih SMA,hehe
Gw liat dia "bersinar" waktu di kuliahan dulu, secara gw paling demen sama cowok yang pinter, baik, ramah, hobinya sholat jamaah di mesjid, jago main musik, pinter nyanyi, badannya bagus (jadi malu gw ngakuinnya)..haha, enatah kenapa semua ada di dia yang bikin dalam hati ngefans sama cowok satu ini.
 
Bersyukur Alhamdulillah ngefans gw ditanggapi dgn baik oleh sang idola dengan rasa sayang...hihihi
Sampai saat ini ga berhenti bersyukur sama Allah SWT yang telah menakdirkan semua ini ke gw dari proses pertemuan hingga perjalanan saling menjajaki satu sama lain hingga kepercayaan yang tulus dan pernikahan, semoga gw masih dikasih kesempatan melewati masa memiliki keturuan, jadi istri dan Umi yang sholehah...Amin
 
Thanks Allah SWT for give him to be my husband *kiss