Miss My Husband so much...
Miss Sambu Island
Miss sleeping all day at his room
Miss all about him :(
Seandainya gw bisa kapan aja ketemu, di weekend ataupun hari libur apapun,hufft...
Kangen gw jadi menggebu-gebu sangat, kebanyakan hal-hal ini nih yg bikin kangen gw tak terbendung
1. Kita berdua LDM an ( long distance marriage ), membayangkan aja buat sebagian org pasti sulit banget sang "Pangeran dan Hero" di keluarganya jauh dari jangkauan dan tatapan :(, belum lagi dgn sejuta keinginan memiliki keturuan dan rumah dimana kita bisa menghabiskan waktu bersama
2. Ampuuun gw minta cuti susyah beneeer ( ini lah sebabnya gw ga suka jadi pekerja yg tugasnya rutinitas dan harus jadi anak buah,hehehe)
3. I have no money :( *yg paling bikin gw sedih krn tiket Jkt - Batam PP muahaaal kapan pun itu especially at weekend) minimal sekali jalan i must spend money about 2 million rupiah,hiks
But no problem... yang penting tetep bisa saling ketemu uang terkadang ga jadi masalah karena Alhamdulillah Allah SWT selalu aja ngasih rejeki jadi kita berdua ga kurang "pelukan",hihihi
By the way... Gw mau cerita sedikit tentang tempat kerja, tempat tinggal dan tempat suami gw menghabiskan sebagian besar waktunya selama ga ketemu gw.
Suami gw tinggal di kepulauan Riau dekat dengan Batam dan lebih tepatnya di Pulau Sambu
Secara posisi geografis dia lebih ke utara dekat dengan singapore... bahkan saking deketnya singapore keliatan banget dari tempat suami kerja, kalo naik ferry kira-kira 1 jam waktu tempuh udah sampe deh kita di Singapore (berasa kayak naik krl jkt-bogor, eh masih cepetan ke Singapore ding). Trus kalo mau ke Singapore kita bisa naik fery dari Pelabuhan Sekupang.
Oiya di pelabuhan Sekupang ada dua jenis pelabuhan yang letaknya berdampingan, yaitu pelabuhan untuk ke luar negeri (Singapore) yang kendaraannya menggunakan fery dan pelabuhan untuk transportasi lokal yang kendaraannya menggunakan kapal motor kecil yang disebut orang batam "pancung".
Sekarang gw mau bahas soal pelabuhan sekupang sebagai penghubung antar pulau.
Naah pelabuhan ini lah yg merupakan terminalnya para pancung (sebutan utk istilah kapal motor kecil berkapasitas 10 penumpang utk penyebrangan antar pulau dgn jarak dekat) untuk mengantar kita ke pulau sambu.
Sedikit penjelasan ttg pulau sambu yaitu pulau yg sering2 disebut adalah "Pulaunya orang Pertamina" karena orang2 yang tinggal di pulau ini adalah pekerja2 Pertamina dengan tambahan beberapa penduduk asli dan pekerja outsourcing.
Semua pekerja disini dapet rumah loh termasuk misua gw.. Yaah walaupun ga bagus2 banget tp layak di huni kok, maklum pulau ini kan peninggalan jaman Belanda jd semuanya serba jadul n tua plus tak terawat, tp beruntung si misua dpt rumah dinas yg baru di renovasi jd lumayanlah lantainya uda keramik dan plafonnya uda gypsum..hehehe
Trus berhubung ini rumah dinas dan letaknya di pulau sepi yg dikelilingi lautan, misua ga berniat sama sekali buat beli2 perabotan yg menunjang rumah supaya terlihat sebagai tempat tinggal yg nyaman,hehe...soalnya kalo mau beli2 pasti rempong bawanya wkt beli dan bawanya dr Batam ke Sambu ditambah lagi kalo mau pindahan pasti super duper rempong krn pake acara nyewa kapal segala dengan rate yg bikin males. Dan akhirnya misua cuma ngisi dgn barang2 "seadanya" supaya dia nyaman dan wkt gw dateng ada perabotan yg bs diandelin
Kira-kira kayak gini nih penampakannya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Label
- Artikel Pernikahan (1)
- Bagi-Bagi Pengalaman :) (1)
- Family (1)
- Kebaya Akad (1)
- Kisah Romantis ^^ (1)
- mendidik anak dalam tiga masa (2)
- My birthday (1)
- My Wedding Preparation (2)
- Perempuan dalam Islam (1)
- Tahap I (1)
- tips mendidik anak (1)
- tips mendidik anak batita (1)
- Trainingkuu.. (1)
- Undangan (2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar